Jumat, 30 Agustus 2013

My Story Part I

My Story

27 Agustus 2013
Sebuah cerita tentang pengalaman yang saya rasa cukup mengenaskan.. mungkin sedikit panjang tapi saya harap tidak bosan untuk membaca, apa lagi sampe kejang - kejang, bahkan stroke,.. ya lumayan lah mungkin di antara kalian lagi bosen dirumah.


Check This Out!!
"PART I"
Saat itu pukul 05.00. Saat itu orang – orang masih tertidur lelap, saat itu juga terdengar azan subuh berkumandang. Oh iya, namaku Masri. Masri Budi Kurniawan, sebuah nama yang sangat sederhana. Ini hari pertama aku mengikuti ospek di kampus, penasaran memang, apa yang bakal gue alamin hari ini, apakah aku bakal sembelit, ambeien, masuk angin, atau mungkin diabetes (?). Sehari sebelumnya aku sudah mengikuti gladi bersih buat acara perdana pembukaan ospek. Gimana gak mikir macem – macem, kemarin aja waktu gladi yang ngelatih itu anggota TNI. Dan hal itu bakal aku alamin lagi sampai 3 hari kedepan. Pukul 04.45 pagi, aku sudah berangkat dari rumah, dengan rasa percaya diri yang tinggi aku memantapkan niatku untuk berangkat.
Dengan seragam yang sudah diberikan dari universitas aku sudah merasa “sedikit” bangga. Karena aku bisa menyelesaikan pendidikanku di jenjang SMA. Sebelumnya aku sering berfikir, apa aku bisa lulus dari SMA? Mengingat prestasi di SMA yang bisa dibilang cukup mengenaskan. Dan aku juga senang karena aku telah berhasil masuk ke universitas yang selama ini aku idam – idam kan. Sesampainya di kampus aku masih merasa asing dengan suasana kampus tersebut. Saat itu hari masih sangat gelap, intensitas cahaya sangat sedikit, dan bisa dibilang semua orang terlihat sama, mungkin kalo langi nyengir, paling cuma gigi yang keliatan (!). Pukul 05.30 sang surya telah menampakkan sinarnya, wajah – wajah baru sudah mulai terlihat. Dan aku sempat terkejut, karena semua laki – laki disana terlihat seperti TOM SAM CONG! *mohon maaf jika ada kesalahan penulisan.
Gimana nggak kaget, semua laki – laki diwajibkan memotong “rambut” (don’t viktor) – nya sependek mungkin, bahkan kalo bisa 1mm *mamak kudo!!.

“Hey, man!” Nesti memanggilku dari belakang.

Nesti, Nesti Sintiana Islami Sekar Mewangi Sepanjang Hari Tiada Tara Di Muka Bumi.*bercanda, namanya Cuma sampe Islami doank. Sahabatku yang masih bertahan dan mau jadi sahabatku sejak SMA. Persahabatan kami bisa dibilang sangat dekat, ya bisa dibilang sedekat gue sama tempat tidurku *paling setengah meter. Kami dikenal sebagai persahabatan DUDUNG & MAMAN. Pernah denger lagu band dangdut terkenal “The Changcuters – Senandung Pertemanan”? lagu itulah menjadi inspirasi kam dalam pembuatan nama panggilan tersebut.
“Loe udah lama dateng?” tanya Nesti
“gak lama, sekitar jam 2 malem lah” sahut gue
“iuuuhh, lebay, sekalian aje lu nginep dimari” ketus Nesti
“becanda Dudung, baru kok paling 5 menit”
“ yaudah deh, gue balik ke kelompok gue dulu ye? Bye mamantok”
“yaudah minggat sana!!” jawab gue
Tak lama setelah kepergian Nesti, muncul 2 orang (*yaiyalah, masa jin) temen gue yang baru kenalan kemarin pas waktu pembagian kelompok. Sebut saja Adi dan Waluyo ( nama disamarkan).
“Hei Mas!” sapa Waluyo.
“Hei bro What’s up?” Sahut gue
“alah! Orang ndeso aja bilang What’s Up...” ketus Adi
Setelah kami ngobrol panjang lebar yang bisa dibilang hampir 2 episode, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5.45. Dan anggota TNI yang akan melatih kami sudah bermunculan tiba di lapangan. Dengan memasang muka garang walaupun kadang gak sesuai, mereka menatap kami seakan kami adalah daging segar yang akan menjadi santapa mereka di pagi yang bisa dibilang cukup terang.
“Hari Pertama”
PIMPINAN SAYA AMBIL ALIH, SIAP!!! GERAK!!. Dengan muka garang dan langkah tegas para pelatih menyiapkan barisan. By the way, jumlah peserta ospek bisa dibilang cukup banyak. Sekitar 1270 sekian peserta ( gue kurang tau persisnya). Saat itu juga dimana para peserta yang sebelumnya ribut kayak pasar, seketika sepi kayak kuburan.
“Mulai hari ini kalian akan dididik kedisplinan dan mental kalian!”
para peserta memasang muka tegas dan pucat (bayangin aja sendiri gimana mukanya).
Upacara pembukaan sudah selesai, dan saat – saat mengerikan bagi kami baru saja dimulai. Disisi lain terlihat sekitar 25 orang yang terlambat tiba di lapangan, dengan gaya sexynya para lelaki membuka bajunya sebagai hukuman. Satu hal yang gue kesel, padahal pakaian, sepatu, atribut, semua sudah lengkap, tapi gue masih aja dihukum. Dan yang lebih bikin gue enek lagi gue dihukum karena pasal KUM 15. Yap! Pasal kumis dan jenggot yang cuma beberapa helai nangkring di muka gue yang super imut. Semalem gue gak sempet cukuran, ya mau gimana lagi. Sebagai hukuman gue wajib nyabutin tuh kumis sama jenggot sampe habis!!. (belum pernah? Cobain aja!).
Setelah gue merasakan nikmatin sensasi nyabuti kumis dan jenggot, hukuman kedua yaitu muka gue yang super kece kayak Robert Pattison (kalo gak tau, robert itu pemain film Twilight, pemerannya Edward Cullen) dirias pake warna – warna yang gak karuan asal mulanya ( kalo ane salah kosmetik gimana cyin??). Dan gue gak boleh ngehapus tuh riasan sampe sore. Bodoh amat lah.. yang penting gue gak diapa – apain.
“Hari Kedua”
Pinggang gue rasanya terbelah menjadi ratusan bagian, setelah menjalani latihan yang bisa dibilang cukup panjang. Kemarin kami selesai latihan pukul 05.30 sore. Dalam perjalanan ke kampus gue masih mikir, siksaan apa lagi yang akan kami dapatin hari ini?. Rasa gusar itu terus membayangiku. Setelah menjalani apel pagi, ketua pleton kami sebut saja Sersan Robert ( kalo kalian ngeliat orangnya, kalian bakal nggak percaya dengan namanya) memberikan instruksi kepada kami untuk langsung bergerak menuju auditorium . Hari ini ada jadwal seminar bela negara yang diselenggarakan oleh pihak militer. Saat tiba di Aula, kami langsung membentuk barisan. Dan yang lebih kerennya lagi, saat duduk, barisan gak boleh pecah, harus tetap dalam satu garis lurus.
Waktu break pun tiba, setiap peserta mendapat satu kotak snack yang berisi kue – kue ringan dan satu gelas air minum dengan merek ternama. Dan yang lucunya lagi ada tradisi dan aturan dalam mengkonsumsi makanan. Yaitu jika teman yang ada disekitar yang tidak dapat menghabiskan makanan, maka teman yag disekitarnya wajib menghabiskan, jika tidak, maka seluruh kelompok akan dihukum. Berhubung temen yang disekitar gue banyak cewek, dan pada umumnya cewek memiliki penampungan makanan yang lumayan sedikit, jadi pada hari itu saya memakan sebanyak 11 kue sendirian ( laper gan? -_-).
Singkat saja, berhubung hari kedua ini jatuh pada hari Jum’at. Maka pada waktu makan siang para lelaki melaksanakan sholat jum’at berjamaah di masjid yang ada di kampus. Saat itu juga banyak dari peserta yang memanfaatkan waktu untuk beristirahat, tidur, bahkan update status (yang terakhir pengalaman pribadi). Seusai makan siang, kami segera bergegas ke lapangan untuk melanjutkan latihan baris berbaris. Berhubung jarak dari kampus ke lapangan cukup jauh, banyak peserta kelelahan ditengah jalan. Saat itu kami sudah membentuk barisan lebh dahulu, dan ternyata barisan disebelah kami adalah barisan yang paling telat tiba dilapangan.
Melihat ada kelompok yang terlambat sampai ke tujuan, salah satu pelatih mendatangi kelompok kami dan kelompok di sebelah kami. Dengan aura hitam pekat dan muka beringasan, pelatih tersebut berteriak.
“Pleton berapa ini??!!!” teriak pelatih
“6 Pelatih!!” teriak kami kompak
“7 pelatih!!!” jawab kelompok tetangga kami.
“ 2 pleton ini, ambil posisi sujud!! Sekarang!!!” perintah pelatih itu.
Seketika gue berfikir? Apa salah kami coba?? Saat itu juga kami berfikir bahwa kami adalah korban kekerasan yang disebabkan oleh kelompok yang tak bertanggung jawab. Kami melakukan sujud tersebut selama kurang lebih 5 menit. Tiba – tiba suara yang tidak asing muncul.
“ngapain kalian?” ternyata itu adalah Sersan Robert.
“Sujud pelatih!” jawab kami serentak.
“siapa yang suruh?” tanya sersan robert.
“ Sersan Wati (nama disamarkan)!!” jawab salah satu anggota kelompok kami.
“ wah, bodoh kalian, mau saja disuruh - suruh yang bukan pelatih kalian”.
Seketika kami terdiam, benar juga, ngapain coba ??. dan kami pun kembali membentuk barisan kami kembali. Dengan muka yang sangat kusut, dekil, gak karuan kami menjalani latihan baris berbaris. Dan lagi – lagi kami mendapat cobaan dari yang maha kuasa. 3 orang dari kelompok laki – laki bermain – main pada saat jalan di tempat, membuat kami dihukum ber diri dengan satu kaki selama 30 menit. Dan hari ini membuat gue ngerasa tersiksa dalam penjara pendidikan.
“Hari Ketiga”
Ini hari terakhir kami ospek di lapangan, pagi ini diawali dengan apel pagi, dan dilanjutkan dengan senam pagi, Senam ini di awali dengan lagu poco – poco, dilanjutkan dengan lagu Gangnam Style, Remix, dan Bonamana (lagu favorit gue tuh!). Setelah puas joget, kami langsung membentuk barisan kembali, dan kembali terlintas di fikiran gue, siksaan macam apalagi yang akan kami hadapi? Geger otak, pedarahan tulang bekalang, atau bahkan impoten (?). Di tepi lapangan masih terlihat beberapa mahasiswa yang terlambat datang.
Disisi lain tepat dibelakang gue, ada anak yang dihukum ngerangkak, merayap, bahkan guling – guling di kubangan yang notabene merupakan genangan air hujan semalam. Dan yang lebih greget lagi, anak itu disuruh ngelepas kaos kaki yang dia pake, dibikin buletan, terus dicelupin ke kubangan tadi, dan gigit tuh kaos kaki!!! Gue langsung mikir, gimana kalo tuh anak nggak ganti kaos kaki 3 hari? Trus apa rasanya ai kubangan, ? dan loe jangan mikir kalo gue bakal nyicip. Rasa mual sih ada, tapi gue coba nenangin diri gue, dan tetap fokus kedepan supaya gue nggak mengalami nasib yang serupa.
Hari ini salah satu anggota kelompok kami berulang tahun. Sebut saja “Shelly” (kali ini nama gue kasih yg bener). Sebenernya kami udah punya rencana bakal ngerjain tuh anak. Tapi bagi gue hari yang seharusnya memeriahkan ulang tahun selly malah menjadi bencana. Mau tau kisahnya? Jangan kemana – mana. (maksudnya gue mau ceritain sekarang).
Saat itu masing – masing kelompok latihan terpisah, seluruh kelompok menyebar ke seluruh penjuru lapangan. Setelah 2 jam latihan untuk lomba, kami disuruh secepat mungkin membuat barisan dilapangan seperti saal apel (bukan makanan). Dan yang gue heran, disaat yang lain udah rapi, kelompok PBB kami masih nyantai di tepi lapangan , dan anggota kami yang berulang tahun itu dengan asik menyantap roti yang gue yakin rasanya pasti gak bakal enak. Dan karena keterlambatan mereka, seluruh pleton 6 disuruh berbaris di depan. Dan dihukum dengan beberapa macam hukuman ( gue gak yakin, itu hukuman apa siksaaan). Agar lebih mudah dibaca gue bakal bikin daftarnya:
1. Sujud selama 10 menit.
2. Tidur terlentang menghadap matahari, dan mata terbuka. ( lo pernah ngerasain muka lu yang udah loe rawat baik – baik, malah dipanggang sampe gosong/)
3. Ngerayap pake punggung. ( Gue yakin, loe pasti niruin sambil ngebayangin gerakannya.
4. Guling – guling mondar mandir sampe kepala loe puyeng.
5. Dan bukan hanya kami, ternyata 1.270 sekian peserta turut ikut menjalani hukuman yang sama seperti kami..
Setelah menjalani ritual tersebut, kami disuruh berdiri, meskipun kepala masih puyeng. Dan kami hanya dikasih 1 botol ukuran 750ml air syrup ( bukannya apa, 1 botol dibagi 80 orang / 1 orang < 10ml) gak ada rasanya!!!. Selly pun di panggil ke depan, dan dimarahin habis – habisan oleh kurang lebih 6 TNI dan 1 Dosen. Dia pun menangis tersedu – sedu ( hellow??!! Lebih ngenes kita kale!!). Dan tiba – tiba koordinator ospek memecahkan telur tepat diatas kepala Selly. Dan seketika seluruh pelatih bernyanyi lagu selamat ulang tahun diikuti peserta lainnya. Seketika itu juga 79 orang anggota pleton 6 terkejut. Mungkin kami memiliki pertanyan yang sama. Jadi?? Jadi semua ini Cuma rekayasa?!! Dan hal itu dijelaskan oleh salah satu pelatih.
Saat gue mengetahui semuanya, difikiran saya langsung menggambarkan gue lagi ngebacok tuh pelatih, ngejambak, mukulin, banting, tinju dan macam – macam serangan lainya. Gue sempet shock, 5 dari anggota kami pingsan dan terpaksa pulang. Dan ternyata ini semua hanya rekayasa??!!! Rasa benci gue langsung muncul ke seluruh perlatih yang ada disana. Dan ospek Outdoor selesai dengan mengenaskan (bagi kelompok kami tentunya).
yap itu dia cerita singkat dari gue, mohon maaf jika ada kesalahan dan bila ada kesamaan nama dan kejadian semua memang direncanakan... terima kasih atas perhatian nya
TUNGGU PART II ny ye?:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar