PART II
Tiga hari yang lalu merupakan hari – hari yang bisa
dibilang permulaan yang kurang baik bagi gue. Gue ngerasa awalnya aja
digituin, gimana waktu kuliah nanti? Gimana kalo gue nggak ngerjain
tugas dari dosen? Apa bakal disuruh guling – guling? Seketika gue hapus
pemikiran itu. Dan memantapkan bahwa ospek Indoor ini akan lebih baik
dari Outdoor.
“Hari Pertama”
Hari
pertama, dimulai dengan apel pagi. Tetapi tetap di dalam aula. Agenda
hari ini yaitu Pencerahan / curcol dari salah satu alumni kampus
tersebut. Ya saya fikir dengan begitu mungkin hidup gue bakal sedikit
cerah, dan gak suram kayak dulu. Saat itu seluruh peserta sudah
menunggu kedatangan tamu agung tersebut. Tiba – tiba ruangan yang
awalnya kayak pasar itu seketika hening, gue rasa kalo lo jedotin
kepala loe ke dinding, bunyinya pasti kedengeran, saking heningnya...
Tiba – tiba muncul 5 orang layak nya Boyband One Direction. Dengan
langkah layaknya foto model, berjalan dogwalk (karena catwalk sudah
terlalu mainstream). Menebar senyum indah mempesona meskipun tak dibalas
oleh penonton, Ia maju menuju altar singgasana. Yang pertama seorang
laki – laki maju kedepan, dan memperkenalkan diri, dia pun menceritakan
semua kisah pilu nya selama masa kuliah. Menurut gue itu cerita yang
cukup inspiratif. Di akhir dongengnya, makhluk tersebut mengajak kami
untuk merenungkan dosa – dosa kami, gue yakin 90% peserta ospek pasti
pada nangis. Gimana gue gak yakin? Disaat gue lagi asik – asiknya merem
dan mencari kesempatan buat tidur sejenak (jangan dicontoh), terdengar
suara isak tangis dari salah satu peserta, seketika hatiku tersentuh,
dan kemudian bergumam, ya saman betapa pilu hatiku mendengar tangisanmu.
Aku pun menoleh untuk melihat siapa yang menangis yg begitu memilukan.
Aku melihat sosok lelaki tinggi besar, muka ganas, suara parau, anti
gores, tahan api dll (becanda). Menangis sampai mukanya yang cantik
jelita berubah menjadi kemerahan layakya buku gambar yang diwarnai.
Gue
bingung, gue mestinya ikut nangis, atau ketawa karna ngeliat muka tuh
anak (gue yakin loe pasti lagi ngebayangi wujudnya). Dan tanpa gue
sadari, air mataku jatuh 2 liter (itu nangis apa beli bensin? ). Gue
tersentuh mendengar kata – kata dari motivator tersebut yang layaknya
motivator ternama di TV sebut saja Mario Rubuh (sekali lagi nama
disamarkan).
Break Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan)
telah tiba, para peserta segera menuju masjid untuk melaksanakan sholat.
Ada yang berbeda dari cara makan kami pada saat ospek ini. Semua
peserta berbaris layaknya ospek outdoor kemudian peserta laki – laki dan
perempuan duduk berhadapan, tentu saja masih dalam aturan satu garis
lurus. Menu makan siang kami adalah NASBUNG / NASi BUNGkus (maksa amat
-_-) dan secangir air mineral. Nasi dan air minum di susun sejajar
dengan posisi duduk. Dalam pertama – tama pelatih mengajak berdoa
bersama, walaupun kenyataan nya masih banyak peserta dengan diam - diam
membuka bungkus nasi..
Tiba waktunya untuk menyantap
makan siang kami, namun ternyata semuanya tidak mudah, banyak ritual
yang harus kami lakukan pada saat menyantap makan siang tersebut.
“dalam hitungan ketiga nasi sudah habis!!” teriak pelatih.
Seketika
kami langsung menyantap nasi tersebut layaknya orang – orang kelaparan
yang nggak makan 2 tahun (emang ada?). Awalnya kami makan dengan santai,
penuh canda tawa. Namu semua berubah saat negara api menyerang ( gak,
becanda bang). Namun semua berubah setelah terdengar teriakan..
“Belanda
datang!!! Semua nya tiarap!!!! Trrrrooottt!! “ pelatih menirukan suara
pesawat tempur walaupun sebenernya gak mirip. Seketika itu pula seluruh
peserta tiarap sambil tetap menikmati makanan yang masih belum habis
disantap. Setelah apel sore, gue terus berdoa dijalan, semoga besok gak
bakal bikin ane MIGRAIN (kata tersebut merupakan request dari fans).
“Hari Kedua”
Ya! Hari kedua tiba, pukul 05.40 pagi kami telah diwajibkan berkumpul
di lapangan parkir untuk ospek hari ke 5 / ke 2 Indoor. Sepanjang
perjalanan gue Cuma bisa berkomat kamit dan berdoa semoga ane kagak
mengalami pendarah pulang dari ospek. Jadwal hari ini yaitu pengenalan
jurusan, dimana semua kelompok anggotanya dikembalikan ke jurusan.
Di kelompok gue ada 4 orang yang berasal dari 1 Jurusan, yaitu Teknik
Sipil. Tau teknik sipil? Mau tau? BACA BUKU!!!. Oke, gue lanjutin.
Sebenernya gue nggak nyangka bisa masuk kejurusan yang awalnya jadi cita
– cita gue, mungkin emang karena udah jalan yang dibuat oleh Allah swt.
Awalnya
kami dikumpulkan di depan bengkel Teknik Sipil. Hal pertama yang gue
lakuin adalah merhatiin tampang – tampang anak Sipil. Dengan seksama gue
mendengarkan ceramah yang diberikan oleh ketua jurusan. Berikutnya kami
berkunjul ke bengkel, segala macam alat pertukangan ada di bengkel,
gergaji, bor, bahkan kloset pun ada.
Ospek hari ke 2 pun ditutup
dengan pengarahan dari salah satu dosen yang bisa dibilang agak – agak
gimana ya? Lucu banget. Ada dosen yang sibuknya macam toko bangunan, hp
berdering sekali 3.. (prok!! Prok!!! Prok!!). Dijalan gue Cuma bisa
senyum – senyum dan nyengir kayak kuda. Ngebayangin hal – hal terjadi
hari ini..
“Hari Ketiga”
Hari keenam / 3 Indoor/ hari terakhir ospek. Akhirnya, hari terakhir merasakan penderitaan yang tiada henti.
“ya Allah, kapan penderitaan ini selesai??” keluh gue
“udah, ini kan hari terakhir, nikmatin aja!!” seru waluyo
“hmm iya sih, tapi bentar lagi kita semua bakal pisah kan?” tanya seorang cewek bernama Rini (nama disamarkan lagi).
“gak lah, kan masih ada bulan puasa, kan bisa ngadain bubar” jawab waluyo
Hari ini ada agenda pengenalan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa). Mulai
dari MPM, BEM, MAPALA, OLAHRAGA, dll. Yang pertama, anggota MPM muncul
diikuti music yang bisa dibilang agak ajeb – ajeb. Di lanjutkan dengan
BEM, MAPALA, dll.
Hari ketiga terasa lebih singkat
daripada hari kedua dan pertama. Karena kami hanya mendengarkan ceramah
yang tidak berkesudahan dari narasumber – narasumber yang notabene
adalah sesepuh – sesepuh dari universitas itu sendiri. Tiba akhirnya
waktu berpisah dengan kelompok 24 / pleton 6. Sebelum nya gue berfikir
sambil ngeliatin tampang – tampang anak 24.
“gak terasa, penderitaan ini akhirnya selesai” syukur gue.
“ya, dan yang lebih keren lagi. Kita lulus semua!!” seru adi
“what? Serius? “ gue teriak karena gue takut bakal gak lulus.
gimana gue gak takut? Sebelumnya gue telah melakukan hal yang sangat
mengecewakan. Dan gue bakal simpen hal yang gue lakuin itu rapat –
rapat. Karena itu sangat tidak baik. Okay, disisi lain gue seneng, gue
sebentar lagi resmi jadi seorang mahasiswa.
Kuliah perdana dimulai
tanggal 9 September 2013. Sementara, gue selesai ospek tanggal 3 Juli. 2
bulan gue bakal ngebangke di rumah. Pengangguran terselubung yang
kerjaannya Cuma makan, tidur, main game, online, dll. Setidaknya gue
punya temen – temen yang alhamdulillah mau bertemen sama gue waktu ospek
kemarin. Gue seneng dapet temen – temen baru walaupun ada beberapa dari
mereka yang agak sengklek. Tapi gue seneng bertemen sama mereka. Mereka
memberiku inspirasi. Dan memiliki tujuan hidup. Hari ini tanggal 27
Agustus 2013, kurang lebih 13 hari lagi gue bakal masuk kuliah. Dan gue
udah ngerasa bener – bener jadi bangke.
Itu dia
cerita pendek, tentang kisah hidup gue, Masri Budi Kurniawan. Mohon beri
komentar yang mendidik agar gue bisa lebih baik dalam berkarya.
Nantikan karya – karya gue yang nggak seberapa. Mohon maaf jika ada
salah – salah kata dan perbuatan. Jika ada kesalahan nama dan kejadian,
memang disengaja, namanya juga komedi, insya allah menghibur. Jika ada
yang tersinggung, BODO AMAT!!. Terimakasih bagi temen – temen fans yang
mau ngebaca cerita aneh gue ini. Sekian wassalamualaikum wr.wb
Penulis
Masri Budi Kurniawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar