Jumat, 30 Agustus 2013

My Story Part II

PART II
Tiga hari yang lalu merupakan hari – hari yang bisa dibilang permulaan yang kurang baik bagi gue. Gue ngerasa awalnya aja digituin, gimana waktu kuliah nanti? Gimana kalo gue nggak ngerjain tugas dari dosen? Apa bakal disuruh guling – guling? Seketika gue hapus pemikiran itu. Dan memantapkan bahwa ospek Indoor ini akan lebih baik dari Outdoor.

“Hari Pertama”
            Hari pertama, dimulai dengan apel pagi. Tetapi tetap di dalam aula. Agenda hari ini yaitu Pencerahan / curcol dari salah satu alumni kampus tersebut. Ya saya fikir dengan begitu mungkin hidup gue bakal sedikit cerah, dan gak suram kayak dulu. Saat itu seluruh peserta sudah menunggu  kedatangan tamu agung tersebut. Tiba – tiba ruangan yang awalnya kayak pasar itu seketika hening, gue rasa kalo lo jedotin kepala  loe ke dinding, bunyinya pasti kedengeran, saking heningnya...
           Tiba – tiba muncul 5 orang layak nya Boyband One Direction. Dengan langkah layaknya foto model, berjalan dogwalk (karena catwalk sudah terlalu mainstream). Menebar senyum indah mempesona meskipun tak dibalas oleh penonton, Ia maju menuju altar singgasana. Yang pertama seorang laki – laki maju kedepan, dan memperkenalkan diri, dia pun menceritakan semua kisah pilu nya selama masa kuliah. Menurut gue itu cerita yang cukup inspiratif. Di akhir dongengnya, makhluk tersebut mengajak kami untuk merenungkan dosa – dosa kami, gue yakin 90% peserta ospek pasti pada nangis. Gimana gue gak yakin? Disaat gue lagi asik – asiknya merem dan mencari kesempatan buat tidur sejenak (jangan dicontoh), terdengar suara isak tangis dari salah satu peserta, seketika hatiku tersentuh, dan kemudian bergumam, ya saman betapa pilu hatiku mendengar tangisanmu. Aku pun menoleh untuk melihat siapa yang menangis yg begitu memilukan. Aku melihat sosok lelaki  tinggi besar, muka ganas, suara parau,  anti gores, tahan api dll (becanda). Menangis sampai mukanya yang cantik jelita berubah menjadi kemerahan layakya buku gambar yang diwarnai.


Gue bingung, gue mestinya ikut nangis, atau ketawa karna ngeliat muka tuh anak (gue yakin loe pasti lagi ngebayangi wujudnya). Dan tanpa gue sadari, air mataku jatuh 2 liter (itu nangis apa beli bensin? ).  Gue tersentuh mendengar kata – kata dari motivator tersebut yang layaknya motivator ternama di TV sebut saja Mario Rubuh (sekali lagi nama disamarkan).
           Break Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan) telah tiba, para peserta segera menuju masjid untuk melaksanakan sholat. Ada yang berbeda dari cara makan kami pada saat ospek ini. Semua peserta berbaris layaknya ospek outdoor kemudian peserta laki – laki dan perempuan duduk berhadapan, tentu saja masih dalam aturan  satu garis lurus. Menu makan siang kami adalah NASBUNG / NASi BUNGkus (maksa amat -_-) dan secangir air mineral. Nasi dan air minum di susun sejajar dengan posisi duduk. Dalam pertama – tama pelatih mengajak berdoa bersama, walaupun kenyataan nya masih banyak peserta dengan diam  - diam membuka bungkus nasi..

Tiba waktunya untuk menyantap makan siang kami, namun ternyata semuanya tidak mudah, banyak ritual yang harus kami lakukan pada saat menyantap makan siang tersebut.
“dalam hitungan ketiga nasi sudah habis!!” teriak pelatih.

Seketika kami langsung menyantap nasi tersebut layaknya orang – orang kelaparan yang nggak makan 2 tahun (emang ada?). Awalnya kami makan dengan santai, penuh canda tawa. Namu semua berubah saat negara api menyerang ( gak, becanda bang). Namun semua berubah setelah terdengar teriakan..
“Belanda datang!!!  Semua nya tiarap!!!! Trrrrooottt!! “ pelatih menirukan suara pesawat tempur walaupun sebenernya gak mirip. Seketika itu pula seluruh peserta tiarap sambil tetap menikmati makanan yang masih belum habis disantap. Setelah apel sore, gue terus berdoa dijalan, semoga besok gak bakal bikin ane MIGRAIN (kata tersebut merupakan request dari fans).


            “Hari Kedua”
           Ya! Hari kedua tiba, pukul 05.40 pagi kami telah diwajibkan berkumpul di lapangan parkir untuk ospek hari ke 5 / ke 2 Indoor. Sepanjang perjalanan gue Cuma bisa berkomat kamit dan berdoa semoga ane kagak mengalami pendarah pulang dari ospek. Jadwal hari ini yaitu pengenalan jurusan, dimana semua kelompok anggotanya dikembalikan ke jurusan.
           Di kelompok gue ada 4 orang yang berasal dari 1 Jurusan, yaitu Teknik Sipil. Tau teknik sipil? Mau tau? BACA BUKU!!!. Oke, gue lanjutin. Sebenernya gue nggak nyangka bisa masuk kejurusan yang awalnya jadi cita – cita gue, mungkin emang karena udah jalan yang dibuat oleh Allah swt.
Awalnya kami dikumpulkan di depan bengkel Teknik Sipil. Hal pertama yang gue lakuin adalah merhatiin tampang – tampang anak Sipil. Dengan seksama gue mendengarkan ceramah yang diberikan oleh ketua jurusan. Berikutnya kami berkunjul ke bengkel, segala macam alat pertukangan ada di bengkel, gergaji, bor, bahkan kloset pun ada.
Ospek hari ke 2 pun ditutup dengan pengarahan dari salah satu dosen yang bisa dibilang agak – agak gimana ya? Lucu banget. Ada dosen yang sibuknya macam toko bangunan, hp berdering sekali 3.. (prok!! Prok!!! Prok!!). Dijalan gue Cuma bisa senyum – senyum dan nyengir kayak kuda. Ngebayangin hal – hal terjadi hari ini..



         
            “Hari Ketiga”

Hari keenam / 3 Indoor/ hari terakhir ospek. Akhirnya, hari terakhir merasakan penderitaan yang tiada henti.
“ya Allah, kapan penderitaan ini selesai??” keluh gue
“udah, ini kan hari terakhir, nikmatin aja!!” seru waluyo
“hmm iya sih, tapi bentar lagi kita semua bakal pisah kan?” tanya seorang cewek bernama Rini (nama disamarkan lagi).
“gak lah, kan masih ada bulan puasa, kan bisa ngadain bubar” jawab waluyo
            Hari ini ada agenda pengenalan ORMAWA (Organisasi Mahasiswa). Mulai dari MPM, BEM, MAPALA, OLAHRAGA, dll. Yang pertama, anggota MPM muncul diikuti music yang bisa dibilang agak ajeb – ajeb. Di lanjutkan dengan BEM, MAPALA, dll.

Hari ketiga terasa lebih singkat daripada hari kedua dan pertama. Karena kami hanya mendengarkan ceramah yang tidak berkesudahan dari narasumber – narasumber yang notabene adalah sesepuh – sesepuh dari universitas itu sendiri. Tiba akhirnya waktu berpisah dengan kelompok 24 / pleton 6. Sebelum nya gue berfikir sambil ngeliatin tampang – tampang anak 24.
“gak terasa, penderitaan ini akhirnya selesai” syukur gue.
“ya, dan yang lebih keren lagi. Kita lulus semua!!” seru adi
“what? Serius? “ gue teriak karena gue takut bakal gak lulus.
           gimana gue gak takut? Sebelumnya gue telah melakukan hal yang sangat mengecewakan. Dan gue bakal simpen hal yang gue lakuin itu rapat – rapat. Karena itu sangat tidak baik. Okay, disisi lain gue seneng, gue sebentar lagi resmi jadi seorang mahasiswa.
Kuliah perdana dimulai tanggal 9 September 2013. Sementara, gue selesai ospek tanggal 3 Juli. 2 bulan gue bakal ngebangke di rumah. Pengangguran terselubung yang kerjaannya Cuma makan, tidur, main game, online, dll. Setidaknya gue punya temen – temen yang alhamdulillah mau bertemen sama gue waktu ospek kemarin. Gue seneng dapet temen – temen baru walaupun ada beberapa dari mereka yang agak sengklek. Tapi gue seneng bertemen sama mereka. Mereka memberiku inspirasi. Dan memiliki tujuan hidup. Hari ini tanggal 27 Agustus 2013, kurang lebih 13 hari lagi gue bakal masuk kuliah. Dan gue udah ngerasa bener – bener jadi bangke.

          Itu dia cerita pendek, tentang kisah hidup gue, Masri Budi Kurniawan. Mohon beri komentar yang mendidik agar gue bisa lebih baik dalam berkarya. Nantikan karya – karya gue yang nggak seberapa. Mohon maaf jika ada salah – salah kata dan perbuatan. Jika ada kesalahan nama dan kejadian, memang disengaja, namanya juga komedi, insya allah menghibur. Jika ada yang tersinggung, BODO AMAT!!. Terimakasih bagi temen – temen fans yang mau ngebaca cerita aneh gue ini. Sekian wassalamualaikum wr.wb

                                                                                                      Penulis

                                                                                           Masri Budi Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar