Sabtu, 28 September 2013

Hantu Mesin Gergaji



                                        
            Hari menunjukkan jam 18.00, seluruh mahasiswa mengakhiri kegiatan perkuliahan pada hari itu. Dewi Lestari, mahasiswi jurusan Teknik Sipil yang cantik namu pendiam. Dia adalah seorang sekretaris dikelasnya. Saat itu memang cuaca sedang dalam keadaan yang tidak bersahabat. Langit mendung, menandakan bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Kilat mulai menyambar sembari bunyi guruh yang semakin bersahutan. Saat itu hanya dia yang belum keluar dari bengkel teknik.
            Awalnya semua terasa baik – baik saja. Namun ketika hendak mengunci pintu bengkel, dia mendengar mesin gergaji terdengar menyala. Dewi kebingungan, ia yakin bahwa ia telah mematikan seluruh aliran listrik. Ia berjalan ke depan suatu ruangan kecil yang tidak boleh dibuka oleh siapapun. Ia kembali mendengar suara mesin tersebut menyala. Tetapi kali ini berbeda, terdengar suara tangisan perempuan yang menjerit minta tolong. Saking takutnya, Dewi pergi meninggalkan ruangan tersebut.
            Keesokan harinya, ada dosen tamu yang datang untuk mengajar dikelas itu. Dia mengajarkan tentang penggunaan mesin gergaji. Ketika dosen sedang menjelaskan, Dewi merasa ingin sekali membuka ruangan yang kemarin terdengar suara dari ruangan tersebut. Namun ketika ia memegang gagang pintu tersebut dosen itu langsung berteriak “JANGAN DIBUKA!!!” teriak dosen tersebut.
            Lalu Dewi kembali kebarisannya. Namun ia merasa sangat tidak sehat, tiba – tiba kakinya gemetar, mukanya pucat, persis seperti mayat. Dan Dewi langsung tergeletak di tengah – tengah barisan. Seluruh mahasiswa kebingungan. Ternyata Dewi kesurupan, seketika dosen yang sedang mengajar langsung kaget dan ingin meninggalkan ruangan tersebut. Saat ia hendak pergi, Dewi berteriak, “ MAU KEMANA KAU HARIS!!!” suara dewi terdengar lebih berat dari biasanya.
“siapa kamu?!” tanya Pak Haris
“Kamu tak ingat aku?!!, aku mati bersama calon anakmu di kamar itu!!” jawab Dewi
semua mahasiswa menoleh ke ruangan tersebut.
“Risa?! Itu kamu?!” kaget Pak Haris
“kamu telah mebuat aku sengsara Haris!! Takkan ku biarkan kau hidup tenang!” ancam Risa.
“baik, akan ku kuburkan kau dengan layak.” Jawab Haris
            Dewi pun kembali sadar. Pak Haris menjelaskan, bahwa dia telah membunuh kekasihnya saat ia masih kuliah. Karena ia tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan kekasihnya itu. Di ruangan tersebut terdapat mesin gergaji yang ia gunakan untuk membunuh Risa bersama mayat Risa yang hanya ia kubur menggunakan pasir. Dan dengan bantuan seluruh mahasiswa kelas itu, mereka menguburkan Risa dengan layak. Dan Pak Haris harus ditahan oleh polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
                                   SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar