Kamis, 05 September 2013

True Love Story 2

            Bunga – bunga bermekaran. Saat itu memang sedang musim semi. Di sebuah taman kota terlihat wanita cantik yang sedang asik melukis indahnya taman, burung – burung kecil berterbangan, anak – anak sedang bermain dengan riangnya. Namanya Bella, anak seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Namun, sejak kecil ia mengalami kesulitan dalam pendengaran, alhasil ia tidak dapat mendengar dan berbicara. Bella menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasinya.

            Disisi lain, seorang cowok yang sedang berjalan – jalan ditaman dengan menggenggam kamera digital yang digunakan untuk memotret panorama – panorama yang ia lihat. Namanya Tomi, mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di sana. Hobinya adalah fotografi, menurutnya fotografi memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

            Sedang asik – asik memotret di keramaian taman, Tomi dikagetkan oleh seorang wanita yang cantiknya melebihi bidadara (bidadari maksudnya). Dan dengan keusilannya Tomi pun mendekati Bella, dengan sembunyi – sembunyi Tomi memotret Bella. Namun Bella menyadari hal itu, Bella segera pergi dari taman. Tetapi ia meninggalkan kuas lukisnya. Kuas unik, yang tebuat dari bambu dan di sepanjang kuas terukir nama Bella.

                                                                             *****

            Keesokan harinya, Tomi kembali datang ke taman itu, untuk mencari apakah Bella akan kembali lagi. Namun hasilnya nihil, Bella tak juga datang meski sudah menunggu berjam – jam. Dengan perasaan kecewa Tomi pergi meninggalkan taman itu. Namun belum 3 langkah Tomi berjalan, Tomi melihat Bella di tempat yang berbeda. Kali ini Bella tidak membawa peralatan lukisnya, dan dia terlihat kebingungan. Dengan rasa percaya diri yang super tinggi, Tomi mendekati Bella.

“Hey, kamu yang kemarin kan?” tanya Tomi
Bella hanya membalas dengan senyuman kecil.

“ Ini punya kamu kan?” Tomi menunjukkan kuas bambu yang ia temukan.
Bella sedikit terkejut, ia pun langsung mengambil kuas itu dan langsung pergi, namun sempat ditahan oleh Tomi.
“Tunggu, aku Tomi. Nama kamu Bella kan?” tanya Tomi

         Lagi – lagi Bella membalas dengan senyuman dan mengangguk sedikit. Dan kemudian pergi. Tomi benar – benar bingung. “ini orang, pendiem apa gimana? Ditanya kok diem”. Tomi pun  segera pergi.

         Dikamar, Bella terus memikirkan Tomi. Wajahnya yang rupawan, bak Pangeran dari negeri seberang. Tutur bahasanya yang sopan melebihi juru bicara kepresidenan, dan semua tentang Tomi. Hal itu menandakan bahwa Bella sedang jatuh cinta.


        Saat itu sedang hujan gerimis. Bella sedang duduk di sebuah gazebo di tengah taman. Nampaknya Bella sedang melukis rintik – rintik hujan. Tiba – tiba Tomi mampir ke Gazebo itu karena ingin berteduh, dan ketika mereka saling melihat. Mereka salah tingkah.

“Hey, boleh nggak aku duduk disini?” sapa Tomi
Bella kembali membalas dengan senyuman dan menggeser letak duduk nya.
“aduh! Kameraku basah lagi, gara – gara hujan sialan ini!” keluh Tomi
Bella pun memberikan sapu tanganya untuk mengeringkan kamera Tomi plus dengan senyuman mautnya.
“kamu kenapa sih? Kok ditanya diem aja” tanya Tomi.
Bella LAGI – LAGI!!!! Membalas dengan senyuman. Bayangin aja kalo lu nanya Cuma dibales pake senyuman? Keki banget!!!.

     Bella pun akhirnya memberi jawaban. Tentu saja dengan bahasa isyarat. Tomi sempat kaget dengan jawaban Bella. Meskipun ia awalnya nggak ngerti, tapi ia paham maksud Bella.


    Tomi pergi ke toko buku, untuk mencari buku – buku tentang bahasa isyarat. Sepanjang malam ia mempelajari bahasa itu. Karena Tomi sangat ingin dekat dengan Bella. Keesokan harinya, Tomi mendatangi dengan Bella dengan tekad baja. Ketika sampai disana, Bella kaget dan langsung salah tingkah. Kemudian Tomi mengeluarkan jurus bahasa baru yang ia pelajari. Bella terkejut dan kemudian membalas dengan bahasa yang sama. Kira – kira percakapan mereka seperti ini : (bayangin aja sendiri).

“Hey, nama kamu siapa?” tanya Tomi
“Aku Bella, nama kamu siapa?” jawab Bella
“Aku Tomi” jawab Tomi sembari tersenyum karena bahasanya dimengerti Bella
“kamu kan gak bisu, kok pake bahasa itu juga?” tanya Bella bingung
“Aku tau kamu tuli dan bisu, jadi aku belajar bahasa ini, supaya bisa dket sama kamu” jelas Tomi.
Bella pun tersenyum
“Kamu mau jadi temen aku?” tanya Tomi
“boleh” jawab Bella


     Mereka pun akhirnya berteman, bahkan sahabat, hari demi har, bulan demi bulan, mereka lalui bersama. Mereka sudah sangat dekat. Keluarga mereka masing – masing sudah saling mengenal.
                                                           *****

10 tahun kemudian...

    Tomi dan Bella sedang asik jalan – jalan di mall. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Namun ketika sedang asik berbelanja, Bella mendadak mengeluh kesakitan di bagian kepalanya. Rasanya ingin sekali berteriak, tapi karena keterbatasannya, Bella hanya bisa menangis dan merintih kesakitan. Tomi langsung membawa Bella kerumah sakit. Setelah berjam – jam menunggu hasil pemeriksaan Bella mengalami kanker selaput otak stadium awal. Tomi sangat terkejut mendengar hal itu. Apakah dia akan kehilangan orang yang sangat dia sayangi.?.  Siang dan malam Tomi selalu menemani Bella yang tidak sadarkan diri. Suatu malam Tomi menyanyikan lagu memories milik super junior. Seketika, Bella terbangun dari tidur panjangnya, dan ajaibnya, sekarang Bella dapat mendengar. Tetapi masih belum bisa berbicara. Tomi terlihat sangat bahagia.

     Setelah keluar dari rumah sakit, Tomi mengajak Bella ketempat mereka pertama kali bertemu, disana lah Tomi mengutarakan isi hatinya.

“maukah kamu jadi pendamping hidupku, Bella?” ucap Tomi
Bella terkejut dengan pernyataan Tomi. Sebenarnya dia senang dengan perasaan Tomi, tapi bingung, apakah Tomi bisa menerima kekurangannya.
“aku siap menerima segalanya, kamu yang paling sempurna, aku janji. Aku akan jaid suami yang baik  buat kamu” jelas Tomi.

Mendengar pernyataan Tomi, Bella terdiam, tetapi matanya mengeluarkan air mata bahagia.
“ jadi kamu mau?” tanya Tomi.
Bella mengangguk tanda setuju.

     Pernikahan mereka diadakan besar – besaran. Dan diadakan di sebuah pulau pribadi milik ayah Bella.  Mengingat bahwa Bella adalah anak konglongmerat. Keindahan pulau yang berada di dekat samudra pasifik menjadi saksi cinta sejati mereka.
                                                               ******
           30 tahun kemudian~~~


       Cuaca pagi itu sudah sangat cerah. Bella terlihat duduk di kursi goyangnya, menemani cucu – cucunya yang sedang bermain di halaman rumah. Rambut putihnya, kulit keriputnya menunjukkan bahwa dia sudah tidak mampu lagi untuk aktif bermain dengan cucu – cucunya. Dia terlihat senang, karena masih bisa melihat cucu – cucunya bermain. Namun, disisi lain, dia sedih mengingat penyakit yang dia derita. Tiba – tiba Tomi datang dan memanggil Bella.

“ayo ikut. Ada yang ingin aku tunjukkan ke kamu” Tomi yang sudah terlihat renta, tetapi masih ingin mengajak istri tercintanya untuk sekedar jalan – jalan.

“mau kemana kita?” tanya Bella tentu saja dengan bahasanya isyarat.
“ lihat saja nanti.” Jawab Tomi.


      Dan akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang tidak asing bagi Bella. Bella yang sudah kehilangan sedikit memorinya karena efek dari penyakitnya merasa bingung dengan tempat ini.

“kamu ingat, disini, kamu duduk dan melukis pemandangan sekitar.” Jelas Tomi
Bella menggeleng bahwa dia tidak ingat.
“lalu aku memotret kamu. Aku ketahuan, terus kamu kabur” jelas Tomi lagi.
Bella lagi – lagi menggeleng
“kamu ingat ini?” Tomi menunjukkan kuas bambu milik Bella
Bella terdiam, dia teringat semuanya. Saat – saat mereka pertama bertemu, hal – hal yang mereka sering lakukan, hingga hari pernikahan mereka.
“ hari ini, tepat 30 tahun pernikahan kita. Aku ingin kamu selalu menemani aku.” Pinta Tomi

     Bella seketika menangis, air matanya tak berhenti mengalir, dia menangis bahagia karena ada seseorang yang sangat setia kepadanya meskipun banyak kekurangan yang ia miliki. Tomi langsung memeluk Bella dengan erat, namun Bella tiba – tiba pingsan. Tomi langsung panik dan menelfon anak – anaknya untuk menjemput mereka.

Bella diperiksa hampir 2 jam. Tomi teringat saat pertama dia mengantar Bella kerumah sakit dan mengetahui penyakit yang diderita Bella. Di kamar Bella, Tomi selalu ada di samping Bella. Namun keduanya dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya, dan mereka berdua terlihat menggenggam kuas Bella.

                                                                                   *****

     Hari ini hari ke 40 setelah wafatnya Tomi dan Bella. Ketika salah satu anak mereka sedang membersihkan kamar orang tuanya, ia menemukan sepucuk surat yang ditulis oleh ayahnya.  Terlihat titik – titik air mata di sekitar surat itu. Menunjukkan Tomi menangis pada saat menulis surat itu.


“           Bella, nama yang sangat indah. Nama yang cantik seperti orangnya. Saat pertama bertemu, aku langsung jatuh cinta padamu. Disaat hujan, aku ingat engkau yank. Basah tubuhmu, basah tubuhku. Yang aku rindu padamu, saat kau masih sehat. Aku pun ingin duduk disampingmu, aku ingin bercerita tentang laut biru, disana harapan dan impian kita....
            Bella, 5 September 50 tahun yang lalu, kita bertemu di taman itu. Kau dengan wajahmu yang cantik, terlihat anggun saat kau menggunakan kuas cantikmu itu. Ya tuhan, aku ingin berterima kasih karena kau telah memberikan Bella untuk saya, dan saya untuk Bella.

           Dia adalah orang paling sempurna yang saya miliki. Aku ingin, disaat tanggal 5 september nanti, aku ingin sekali mengajakmu ke tempat pertama kali kita bertemu, akan kuceritakan semua kenangan indah saat bersamamu.
Bella, aku tau kau kuat. Kau bisa mengalahkan segala rintangan, kita akan berjuang melawan penyakit ini. Karena aku ingin, kita bersama sampai maut memisahkan kita.
                                                                                                                         Untuk yang tersayang...

                                                                                                                                       Bella....
                                             
                                                               ____________________________
                                                               __________THE END___________

NB: Bagi yang gak tau lagu Memories di atas, ane kasih versi Indonesianya Cekicrot!!

Super Junior – Memories (Indonesian Translate)

Tidak bisakah kami saling mencintai
Sangat banyak waktu yang kami habiskan bersama
Bukankah kami menggunakannya
untuk terluka bersama Kami tidak tahu
Dimana kamu?
Apa kamu dapat mendengar
suaraku?

Reff:
Hatiku yang disakiti ini selalu mencari kamu,
Memanggilmu ,Menjadi gila
Didalam hatiku, tangis bercampur dengan kenangan tentangmu
Gelombang demi gelombang
mengalir dalam hatiku Bersama dengan kenangan
yang tidak dapat dihapus air mataku



Hari ini hatiku kosong lagi dan Terasa hampa
Tidak bisakah kita gunakan untuk menyukai satu sama lain
Bukankah kau tersenyum karena sedikit senyum dariku
Tidak bisakah kita menangis bersama
Bukankah (kau) merasa sakit karena tangisku?
 Dimana kamu sekarang?

back to reff

Hari ini hatiku kosong lagi
Terasa hampa~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar